SOLUSI DALAM MENGATASI KELANGKAAN BAHAN BAKAR MINYAK DENGAN BERBAGAI ALTERNATIF

Filed Under (Makalah) by UKMP on 20-03-2008

Oleh: Aisyah Syatila *)

Masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia rasanya tak kunjung usai. Dari masalah korupsi, harga barang pokok yang makin meninggi, gizi buruk serta yang tak kalah pentingnya yaitu masalah kelangkaan bahan bakar yang dikarenakan harga minyak dunia yang melambung tinggi. Pemerintah sudah berusaha semampunya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Akan tetapi, pemerintah tidak dapat sepenuhnya menyelesaikannya.

Dalam hal kelangkaan minyak bumi, para peneliti telah banyak berusaha melakukan berbagai penelitian guna menyediakan bahan bakar. Salah satunya yaitu dengan penggunaan biodiesel. Biodiesel sederhananya bisa dikatakan sebagai minyak diesel yang bukan berasal dari minyak bumi, melainkan dari makhluk hidup seperti tumbuhan kedelai, kelapa sawit, jarak, dsb.

Biodiesel sekarang menjadi lebih menarik karena gas hasil buangannya ramah lingkungan. Alasan lainnya adalah kecenderungan harga minyak dunia yang meroket akibat pasokan bahan bakar yang melimpah untuk industri, dan ketersediaan minyak bumi yang belum pasti kapan habisnya.

Salah satu usaha untuk memenuhi tuntutan hidup manusia adalah dengan memacu produksi, sarana transportasi ditingkatkan, kebutuhan bahan bakar rumah tangga juga harus ditambah. Sehingga ujung-ujungnya adalah kebutuhan bahan bakar sebagai bagian kebutuhan yang strategis dan menjurus kepada kebutuhan pokok akibat tuntutan jaman.

Melihat kondisi di atas, maka sebagai usaha adalah menciptakan atau mengoptimalkan bahan bakar terbarukan dari biomassa, yang dikenal dengan biofuel (bahan bakar bio). Bahan-bahan biofuel ini sumbernya bisa dari sampah-sampah organik (pertanian dan peternakan) yang disulap jadi gas metana, atau dibikin bioetanal. Dapat juga dari minyak nabati atau hewani yang disulap menjadi biodiesel dengan reaksi kimiawi.

Pembuatan biodiesel dari minyak nabati ini sekarang mewakili biofuel, karena lebih mudah dan sederhana dibandingkan jika membuat biofuel dari sampah organik. Kesederhanaan dan kemudahan proses ini dapat ditinjau dari rangkaian alat yang digunakan, waktu pengerjaannya, dan juga hasil rendemen bahan bakar yang dihasilkan, serta biaya operasionalnya.

Selain memiliki keunggulan, biodiesel juga masih memiliki kelemahan-kelemahan yang menghambat taraf penerapannya. Antara lain terjadinya pembekuan biodiesel pada suhu rendah (terutama di sekitar 10oC atau di bawahnya), nilai energi yang dihasilkan lebih rendah, dan dapat rusak jika disimpan dalam jangka waktu lama. Apalagi penggunaan minyak nabati langsung jelas akan menimbulkan masalah permesinan seperti kekentalan yang tidak sesuai, dan reaksi lain selama pembakaran.

Bahan bakar lainnya yaitu menggunakan minyak hasil ekstraksi pohon jarak atau secara ilmiah dikenal dengan jatropha. Minyak dari biji jarak ini dapat digunakan sebagai pengganti langsung minyak solar yang digunakan untuk mesin diesel. Hasil uji kinerja minyak jarak ini memang menakjubkan. Minyak jarak murni (straight jatropha oil) BD 100 akan memiliki kinerja yang sama dengan minyak solar. Keunggulan utama minyak jarak adalah pengolahannya yang murah dan sederhana.

Selain dengan menggunakan tumbuhan, sumber alternatif energi di masa depan dapat menggunakan E. Coli. Bagi sebagian besar orang, bakteri E. coli adalah bakteri yang berbahaya bagi manusia, tetapi bagi seorang profesor di departemen teknik kimia Texas A&M University, bakteri tersebut adalah sumber bahan bakar alternatif di masa depan. Thomas Wood, profesor tersebut, berhasil mengutak-atik satu strain E.coli hingga bisa menghasilkan hidrogen dalam jumlah yang cukup besar. Menurut artikel dalam ”Microbial Biotechnology”, strain yang dihasilkan oleh Thomas Wood mampu menghasilkan 140 kali lebih banyak hidrogen dibanding dengan proses yang terjadi secara alamiah.

Penggunaan E.Coli di dalam ilmu pengetahuan bukanlah hal baru. Produksi insulin dan pengembangan vaksin adalah salah satunya. Tetapi E.Coli sebagai sumber energi merupakan hal baru.

Wood menggunakan teknik meghilangkan gen spesifik dalam DNA E.Coli dan mengubah bakteri tersebut menjadi pabrik penghasil hidrogen mini dengan bahan bakunya disuplai dari gula yang berasal dari jagung, tebu atau biomass lainnya. Wood juga menambahkan bahwa dirinya telah meningkatkan proses konversi glukosa dalam skala yang lebih besar.

Ada beberapa keuntungan menghasilkan hidrogen dengan menggunakan metode biologi, yaitu bisa mengurangi alokasi biaya energi dengan tidak digunakannya pemanasan dan listrik dalam proses pembuatannya.

Tetapi dalam kasus ini agak berbeda karena hasilnya adalah hidrogen yang selalu berbentuk gas. Gas akan keluar sendiri dari larutannya. Sementara keuntungan lainnya adalah tidak diperlukannya jaringan pipa gas hidrogen serta mengurangi resiko dalam pengirimannya.

Menurut Wood, dengan mengubah hidrogen secara on site. Bakteri jenis baru penghasil hidrogen dan ethanol di sumbe air panas islandia. Sebuah ekspedisi yang dilakukan untuk mengamati sumber air panas di Islandia telah menemukan bakteri jenis baru yang berpotensial menghasilkan bahan bakar hidrogen dan ethanol dari air limbah. Dalam laporan yang dikeluarkan dari penelitian tersebut dan akan diterbitkan di ’’ Bioprospecting Thermophilic Microorganisms from Icelandic Hot Springs for Hydrogen and Ethanol Production oleh American Chemical Society, Perttu E. P. Koskinen dan rekan-rekan penelitinya menjelaskan bahwa ethanol dan hidrogen adalah dua kandidat utama pengganti minyak, batubara dan bahan bakar konvensional lainnya.

Penelitian tersebut menyarankan menggunakan bakteri yang mempunyai kemampuan untuk menghasilkan kedua bahan bakar tersebut dengan proses fermentasi yang memanfaatkan suhu tinggi. Bakteri jenis baru tersebut didapatkan setelah melakukan pemilihan terhadap beberapa jenis bakteri yang salah satunya bisa hidup pada suhu mendekati titik didih air di beberapa lokasi di Islandia.

*) Aisyah Syatila adalah Mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang, angkatan 2005.

 

Post a comment

You must be logged in to post a comment.

Majalah Siar Buletin Siar

MySIAR Online


        Dapatkan blog dengan alamat:
        http://siar.endonesa.net/namaanda/
        *khusus bagi anggota dan alumnus UKMP*

Daftar Sekarang

Diskusi Kepenulisan (untuk UMUM)