PENTINGNYA AIR BAGI KEHIDUPAN
Filed Under (Makalah, Uncategorized) by UKMP on 20-03-2008
Oleh: Azizatur Rahmah *)
Masalah air menjadi semakin penting karena akhir-akhir ini banyak daerah yang memerlukan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Pencemaran air semakin tinggi akibat ulah manusia yang menggunakan air tidak dengan hati-hati. Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu adalah salah satu akibat ulah manusia karena kurang hati-hati dalam menggunakan air. Unsur terbesar dalam tubuh manusia adalah air, hampir 70 % dari tubuh manusia adalah air. 70 % air yang terdapat didalam tubuh manusia tersebut terdapat dalam beberapa organ-organ penting. Kadungan air dalam otak sebanyak 83%, ginjal 82%, jantung 79%, paru-paru 80%, tulang 22%, dan darah 90%. Semua organ yang mengadung air tersebut merupakan organ-organ penting yang harus dijaga. Bila jumlah air yang terdapat di dalam organ tersebut jumlahnya dapat dipertahankan maka organ tersebut akan tetap sehat. Sebaliknya bila jumlahnya berkurang maka fungsi organ tersebut juga akan terganggu. Maka air menjadi kebutuhan penting bagi makhluk hidup. Tanpa air manusia tidak dapat bertahan hidup, tumbuhan tidak dapat melakukan proses pertumbuhan dan metabolisme, begitu juga dengan hewan.
Bagi manusia kebanyakan air digunakan untuk mandi, mencuci, dan dikonsumsi. Air sudah sejak lama digunakan untuk keperluan sehari,hari bahkan mulai sejak sebelum Masehi bangsa Romawi sudah mengenal kebudayaan mandi, dengan tujuan agar badan sehat, wangi dan segar. Sedangkan di Eropa air sudah dipergunakan untuk spa sejak abad 18. Begitu pula di Indonesia kerajaan-kerajaan kuno telah membuat beberapa kolam yang biasa digunakan untuk mandi.
Dalam sebuah artikel Selamiharja (2000) disebutkan menurut para peneliti sebuah lembaga riset trombosit di London, Inggris, jika orang selalu mandi dengan air dingin, peredaran darah akan semakin membaik sehingga tubuh akn lebih bugar. Ditambah lagi bahwa dengan madi air dingin akan meningkatkan sel darah putih dalam tubuh serta meningkatkan kemampuan seseorang terhadap virus. Bahkan mandi air dingin diwaktu pagidapat meningkatkan produksi hormone testosteron pada pria dan hormon estrogen pada wanita.
Dalam beberapa sumber air juga diyakini dapat menyembuhkan beberapa penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran pernafasan, penyakit saluran usus, dan penyakit kewanitaan. Saat ini banyak juga yang menggunakan air sebagai pengobatan alternative, dengan berendam dalam air yang mengandung belerang, ion-ion magnetik, kadar garam tinggi dan bahan kimia yang lain. Ion-ion yang dikadung oleh air untuk berandam tersebut dapat membantu pelebaran pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi peredaran darah.
Air memiliki energi hidrostatik dan hidrodinamika air, dari hal tersebut maka air dapat sehingga energi ini akan memiliki efek pada tubuh untuk menekan kilit sehingga terasa seperti pijatan pada tubuh. Para pakar pengobatan bahkan menyatakan, bersentuhan langsung dengan air akan memperoleh khasiat ion-ion negatif. Ion negatif yang timbul karena butiran air yang bersentuhan dengan tubuh akan meredakan rasa sakit, menetrelkan racun, memerangi peyakit dan mempercepat pengiriman oksigen masuk ke dalam sel dan jaringan tubuh.( Kholid, 2007)
Manusia dianjurkan untuk minum air kurang lebih 1 liter per hari. Yang berasal dari berbagai makanan yang dikonsumsi perharinya. Air dapat diperoleh dara munum langsung atau dari makanan seperti sayur dan buah. Air yang dikonsumsi ini untuk menunjang –organ yang proses kerja organ yang banyak mengandung air. Air dalam tubuh tidak seluruhnya diserap oleh tubuh, untuk menyeimbangkan antara air yang masuk dalam jumlah yang banyak tubuh manusia memiliki mekanisme untuk mempertahankan jumlah iar dalam tubuh yang disebut dengan homeostasis. Jumlah air yang dikeluarkan tubuh melalui air seni sekitar 1 l/hari. Kalau jumlah tinja yang dikeluarkan pada orang sehat sekitar 50 - 400 g/hari, kandungan airnya sekitar 60 - 90% bobot tinja atau sekitar 50 - 60 ml air sehari (Selamiharja, 2000).
Jika kita kekurangan air maka secara otomatis tubuh akan memberikan sinyal berupa rasa haus. Karena adanya sisten homeostasis tubuh ini yang bekerja. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan oleh tubuh maka air dalam tubuh yang hilang akan semakin banyak. Begitu juga dengan kondisi tubuh jika kadar air dalam tubuh menurun jumlahnya maka tubuh akan menurun konsisnya. Hal ini dapat terjadi karena ada hubungan yang erat antara kualitas dan kandungan air dalam tubuh dengan respons tubuh kita.
Disarankan untuk minum paling sedikit 1 liter lebih banyak dari apa yang dibutuhkan rasa haus kita. Dalam Selamiharja (2000) dinyatakan, kehilangan 4% cairan saja akan mengakibatkan penurunan kinerja kita sebanyak 22%! Bisa dimengerti bila kehilangan 7%, kita akan mulai merasa lemah dan lesu. Minum tidak hanya pada saat tubuh merasa haus saja tetapi kebiasaan minum dalam keadaan haus atau tidak merupakan kebiasaan yang sehat.
Bagi para pekerja yang bekerja di ruang ber-AC dituntut untuk minum lebih banyak, sekalipun tidak merasa haus. Sebab, di ruangan ber-AC kita akan lebih cepat mengalami dehidrasi. Bahwa banyak minum akan membantu kulit tidak cepat kering penting diperhatikan tak hanya oleh mereka yang sehari-hari bekerja di ruang ber-AC, namun juga oleh mereka yang bekerja dalam ruangan yang suhunya tidak tetap. Suhu naik turun menyebabkan kelembapan ruangan juga tidak menentu. Dengan minum air akan membantu menetralisasikan pengaruh perubahan tersebut.
Air putih yang dikonsumsi juga bersifat “menghanyutkan” kotoran-kotoran dalam tubuh yang akan lebih cepat keluar lewat urine. Bagi yang ingin menguruskan badan pun, minum air hangat sebelum makan (sehingga merasa agak kenyang) merupakan satu cara untuk mengurangi jumlah makanan yang masuk. Apalagi air tidak mengandung kalori, gula, ataupun lemak. Namun yang terbaik adalah minum air putih pada suhu sedang; tidak terlalu panas, dan tidak terlalu dingin.
Menyadari betapa air amat menunjang kebugaran, kesehatan dan kecantikan tubuh, tak ada salahnya kita memelihara persahabatan dengan sobat lama kita ini. Selama kita masih dapat menikmati khasiatnya, mari manfaatkan sebaik-baiknya.
Sumber Rujukan:
1). Kholid, Rusyidi. 2007. Isyrat Ilmiah Dalam Furman Allah. (http://www.tribun-timur.com/view.php?id=48658&jenis=Opini diakses tanggal 4 Maret 2008)
2). Selamiharja, Nanny. 2000. Seribu Manfaat Air. (http://www.indomedia.com/intisari/manfaat=air diakses tanggal 4 Maret 200
*) Azizatur Rahmah adalah mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang



